![]() |
| Perayaan Cap Go Meh di Singkawang (sumber: https://indolah.com/) |
Singkawang merupakan salah satu kota yang berada di Pulau Kalimantan. Asal muasal nama kota ini ialah dari bahasa "Hakka" yaitu San Khwe Jong yang artinya sebuah bukit. Karena Singkawang dikelilingi oleh lautan, sering pedagang China singgah di tempat ini. Pedagang emas dari Monterado juga tidak segan untuk siggah di sini. Dahulu Singkawang tergabung menjadi daerah Kasultanan Sambas. Namun, setelah beberapa tahun, tepatnya tahun 2001 Singkawang resmi menjadi daerah otonom.
Singkawang terletak pada posisi geografis yang strategis dan memungkinkan banyak peluang. Para pedagang Tionghoa yang singgah di Singkawang melihat peluang yang sangat bagus dari daerah ini yang bisa dikembangkan. Hal ini yang membuat para pedagang akhirnya menetap di kota ini untuk berjualan dan melakukan aktivitas jual-beli lainnya dan juga menikahi gadis-gadis Singkawang untuk mempunyai keturunan. Selain menjadi pusat perdagangan pedagang Tionghoa, kota ini kaya akan budaya. Singkawang sangat akrab dengan budaya yang multikultural. Percampuran budaya di Singkawang begitu kental namun tetap harmonis. Di Singkawang, hidup berdampingan antara Melayu, Tionghoa dan Dayak. Mereka hidup berdampingan tanpa adanya konflik.
Orang-orang melayu terdesak dan tersebar ke seluruh Nusantara akibat bencana alam maupun perang berbaur dengan masyarakat asli Singkawang yaitu Dayak. Dengan kedatangan pedagang Tionghoa, masyarakat di Singkawang semakin berbaur. Akulturasi dari 3 etnis yang berbeda justru memperkaya budaya Singkawang dalam segi seni dan budaya. Perayaan Cap Go Meh setiap tahunnya dirayakkan meriah di Singkawang. Ini adalah salah satu wujud keharmonisan dari akulturasi 3 budaya. Jika penasaran, Anda bisa mengunjungi Singkawang saat event itu berlangsung.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar